Sabtu, 26 Maret 2011

Jenis-jenis udang

Udang sangat digemari oleh konsumen negara maju dan termasuk komoditas ekspor andalan bagi negara Indonesia. Namun demikian, tidak semua hasil panen udang memenuhi syarat untuk diekspor, masih banyak yang tersisa yang dapat diolah menjadi berbagai macam produk olahan udang. Beberapa produk olahan udang tersebut di antaranya kerupuk udang, dendeng udang, awetan udang dalam botol/kaleng, ebi, udang gerinting, grago, krese/kresekan, petis udang, dan terasi udang.
Semua jenis produk olahan udang tersebut tidak membutuhkan udang yang berukuran besar dan mahal harganya. Udang yang kecil-kecil atau yang sangat kecil sekaliptin, bahkan yang berupa limbah pun hisa diolah menjadi petis, krese, dan terasi.
Cita rasa udang sangat lezat. Sementara, kadar kolesterolnya jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan hewan mamalia. Sekalipun di Indonesia harga udang cukup tinggi, namun karena jenis, ukuran, dan nilainya bermacam-macam maka masyarakat kecil pun masih dapat turut menikmatinya.
Jenis-jenis udang
Jenis udang ada bermacam-macam. Berdasarkan tempat hidupnya, udang terdiri atas dua kelompok, yaitu udang air tawar (Macrobrachium sp.) dan udang laut (Penaeus sp.). Udang air tawar biasanya berukuran kecil-kecil, sedangkan udang laut jauh lebih besar. Namun, cita rasa keduanya sama-sama enak.
Berdasarkan ciri-ciri fisiknya, udang dibedakan menjadi beberapa jenis. Jenis-jenis udang tersebut adalah sebagai berikut:
1. Udang putih. Udang putih memiliki nama udang jerbung, udang peci, dan udang berat. Udang putih ada yang dibudidayakan di tambak, namun ada pula yang hidup di laut, termasuk di antaranya udang rebon yang digunakan sebagai bahan baku terasi. Udang rebon adalah udang putih yang berukuran sangat kecil (+-1 cm) dan tidak dapat tumbuh menjadi besar. Udang rebon hidup berkelompok-kelompok dalam jumlah yang sangat banyak dan muncul secara berkala pada bulan-bulan tertentu (musim rebon).
2. Udang galah. Udang galah berkulit biru kehijau-hijauan, namun kadang kala ditemukan juga udang yang warna kulitnya kemerah-merahan. Salah satu kakinya sangat panjang (sehingga disebut udang galah). Udang galah hidup di air tawar, meskipun ketika masih kecil (larva) hidup di air payau. Udang jenis ini banyak dibudidayakan di kolam-kolam rakyat. Nama lain dari udang galah adalah udang sarong atau udang kali.
3. Udang windu. Udang windu berwarna biru kehitam-hitaman, dengan garis-garis putih tebal melintang pada bagian kepala dan badan. Tubuh udang windu agak melengkung (bongkok) dan relatif keras karena kulit tubuhnya banyak mengandung kalsium dan khitin.
Tubuh terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian kepala, badan (tiga ruas), dan ekor (dua ruas). Benih udang windu berasal dari laut, yakni di daerah muara sungai dan pantai. Selanjutnya, udang windu dibudidayakan di tambak (air payau). Di antara jenis udang yang berasal dari laut, udang windu paling disukai. Di samping rasanya paling enak, ukurannya dapat mencapai 34 cm.
4. Udang dogol. Udang dogol berkulit tebal dan berbintik-bintik kuning dengan ekor kebiru-biruan.
5. Udang belang. Kulit udang belang berwarna merah jambu, tebal, dan kasar.
6. Udang barong (lobster). Udang barong dapat mencapai bobot 300 g/ekor. Jenis udang ini berkulit kasar dan keras.
Pustaka
Teknologi Pengolahan Pangan ANEKA OLAHAN UDANG Oleh Ir. M. Lies Suprapti

http://requestartikel.com/jenis-jenis-udang-201103568.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar